Feeds:
Tulisan
Komentar

Data kode Matrix adalah matriks dua dimensi barcode terdiri dari hitam dan putih “sel” atau modul diatur dalam baik pola persegi atau persegi panjang. Informasi yang akan dikodekan dapat teks atau data mentah. Biasa ukuran data dari beberapa byte sampai 2 kilobyte. Panjang data dikodekan tergantung pada dimensi simbol yang digunakan. Kode koreksi kesalahan ditambahkan untuk meningkatkan kekuatan simbol: bahkan jika mereka sebagian rusak, mereka masih dapat dibaca. A Data Matrix Simbol dapat menyimpan hingga 2.335 karakter alfanumerik.

datamatrix

kode matrix untuk halaman web ini

Google Google Mobile Search

Matrix data simbol persegi panjang dan biasanya berbentuk persegi, mereka terbuat dari sel-sel: sedikit unsur-unsur yang mewakili bit. Tergantung pada situasi yang “ringan” modul adalah 0 dan yang “gelap” modul adalah 1, atau sebaliknya. Setiap Data Matrix terdiri dari dua padat perbatasan yang berdekatan dalam sebuah “L” bentuknya (disebut “pola finder”) dan dua lainnya yang terdiri dari bolak batas gelap dan terang “sel” atau modul (disebut “pola waktu”). Dalam batas ini adalah baris-baris dan kolom sel pengkodean informasi. Pola si penemu digunakan untuk mencari dan mengarahkan simbol sementara waktu pola memberikan hitungan jumlah baris dan kolom dalam simbol. Semakin banyak data yang dikodekan dalam simbol, jumlah sel (baris dan kolom) akan meningkat. Simbol ukuran bervariasi dari 8 × 8-144 × 144.

kode matrix apat dibaca dengan menggunakan aplikasi java tersedia dihandphone.. sedangkan untuk matrix code ini banyak terdapat di surat kabar, buku, museum, dll…
—————————-
untuk membuat kodenya bisa menuju link berikut : http://mobilecodes.nokia.com/create.jsp?terms=accepted
atau
http://datamatrix.kaywa.com/

————————–
aplikasinya bisa di download dialamat ini : http://reader.kaywa.com/
handphone yang didukung antara lain :

Latest version for Java phones: 2.01 Latest version for Symbian S60 phones: 2.02
Latest version for Windows Mobile phones: 2.00

Motorola

Motorola KRZR K3

KRZR K3

Supported! Java Reader 2.01 Motorola RAZR 2 V9

RAZR 2 V9

Supported! Java Reader 2.01 Motorola RAZR V3XX

RAZR V3XX

Supported! Java Reader 2.01 Motorola V6 RAZR MAXX

V6 RAZR MAXX

Supported! Java Reader 2.01 Motorola W395

W395

Supported! Java Reader 2.01

————————————————————-

Nokia

Nokia 5300

5300

Supported! Java Reader 2.01 Nokia 5320 XpressMus

5320 XpressMus

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia 5500

5500

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia 5700 XpressMus

5700 XpressMus

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia 5800 XpressMus

5800 XpressMus

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia 6110 Navigator

6110 Navigator

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia 6120 Classic

6120 Classic

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia 6124

6124

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia 6210 Navigator

6210 Navigator

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia 6220 Classic

6220 Classic

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia 6233

6233

Supported! Java Reader 2.01 Nokia 6280

6280

Supported! Java Reader 2.01 Nokia 6288

6288

Supported! Java Reader 2.01 Nokia 6290

6290

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia 6300

6300

Supported! Java Reader 2.01 Nokia 7610 Supernova

7610 Supernova

Supported! Java Reader 2.01 Nokia E51

E51

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia E61i

E61i

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia E63

E63

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia E65

E65

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia E66

E66

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia E70

E70

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia E71

E71

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia E90

E90

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N71

N71

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N73

N73

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N76

N76

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N78

N78

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N79

N79

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N80

N80

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N81

N81

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N82

N82

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N85

N85

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N91

N91

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N93

N93

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N93i

N93i

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N95

N95

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N96

N96

Supported! Symbian Reader 2.02 Nokia N97

N97

Supported! Symbian Reader 2.02

——————————————————-

Samsung

Samsung Player Star

Player Star

Supported! Java Reader 2.01 Samsung S7330

S7330

Supported! Java Reader 2.01 Samsung U900

U900

Supported! Java Reader 2.01

———————————————-

Sony Ericsson

Sony Ericsson C510

C510

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson C702i

C702i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson C901

C901

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson C902

C902

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson C905

C905

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson F305

F305

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson G502

G502

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson G705u

G705u

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson K320i

K320i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson K530i

K530i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson K550i

K550i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson K610i

K610i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson K660i

K660i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson K700i

K700i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson K750i

K750i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson K770i

K770i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson K800i

K800i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson K810i

K810i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson K850i

K850i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson S302

S302

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson S500i

S500i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson T650i

T650i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson T700

T700

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson T707

T707

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson V630i

V630i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson V640i

V640i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W200i

W200i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W550i

W550i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W580i

W580i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W610i

W610i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W660i

W660i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W705

W705

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W715

W715

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W760i

W760i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W810i

W810i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W850i

W850i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W880i

W880i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W890i

W890i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W900i

W900i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W902

W902

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W910i

W910i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson W980

W980

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson Z550i

Z550i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson Z610i

Z610i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson Z710i

Z710i

Supported! Java Reader 2.01 Sony Ericsson Z770i

Z770i

Supported! Java Reader 2.01

————————
ariel, dari berbagai sumber

http://reader.kaywa.com/

wikipedia

Barcode dan jenis-jenisnya

Di awal perkembangannya, penggunaan kode baris dilakukan untuk membantu proses pemeriksaan barang-barang secara otomatis pada supermarket. Tetapi saat ini kode baris sudah banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti misalnya digunakan sebagai kartu identitas, kartu kredit dan untuk pemeriksaan secara otomatis pada perpustakaan.

Kode baris digambarkan dalam bentuk baris hitam tebal dan tipis yang disusun berderet sejajar horisontal. Untuk membantu pembacaan secara manual dicantumkan juga angka-angka dibawah kode baris tersebut. Angka-angka tersebut tidak mendasari pola kode baris yang tercantum. Ukuran dari kode baris tersebut dapat diperbesar maupun diperkecil dari ukuran nominalnya tanpa tergantung dari mesin yang membaca.

 

Barcode ada dua bentuk :

  1. Barcode satu dimensi (1D)
  2. Barcode dua dimensi (2D)

 

Barcode satu dimensi

Barcode satu dimensi biasanya dinamakan linear bar codes (kode berbentuk baris). Contoh barcode satu dimensi adalah sebagai berikut :

  • Code 39 (code 3 of 9)

    Adalah sebuah barcode alphanumerik (full ASCII) yang memiliki panjang baris yang bervariasi. Aplikasi barcode jenis code 39 adalah untuk inventory, asset tracking dan digunakan pada tanda pengenal identitas.


Gambar 1. Barcode jenis Code 39

 

  • Code 128

    Adalah suatu barcode alphanumerik (full ASCII) yang memiliki kerapatan (density) yang sangat tinggi dan panjang baris yang bervariasi. Barcode code 128 ideal untuk aplikasi seperti shipping and
    warehouse management (pangaturan maskapai pelayaran dan pengelolaan gudang).

Gambar 2. Barcode jenis Code 128

 

  • Interleaved 2 of 5

    Adalah sebuah barcode yang berbentuk numerik dan memiliki panjang baris yang bervariasi. Barcode interleaved 2 of 5 dapat dipergunakan untuk aplikasi industri dan laboratorium.

    Gambar 3. Barcode jenis Interleaved 2 of 5

  • UPC (Universal Product Code)

    Adalah sebuah barcode yang berbentuk numerik dan memiliki panjang baris yang tetap (fixed). UPC digunakan untuk pelabelan pada produk-produk kecil/eceran (retail product labeling). Simbol ini dibuat untuk kemudahan pemeriksaan keaslian suatu produk. Bilangan-bilangan UPC harus diregistrasikan atau terdaftar di Uniform Code Council.

    Gambar 4. Barcode jenis UPC

 

Barcode dua dimensi

    Adalah barcode yang dikembangkan lebih dari sepuluh tahun lalu, tetapi baru sekarang ini mulai semakin populer. Barcode dua dimensi ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan linear bar codes (barcode satu dimensi) yaitu, dengan menggunakan barcode dua dimensi, informasi atau data yang besar dapat disimpan di dalam suatu ruang (space) yang lebih kecil. Contoh barcode dua dimensi adalah “symbology PDF417″ yang dapat menyimpan lebih dari 2000 karakter di dalam sebuah ruang (space) yang berukuran 4 inch persegi (in2).

Gambar 5. Barcode jenis PDF417

 

 

Cara sebuah computer-scanner membaca sebuah barcode

Suatu bilangan barcode tunggal sebenarnya terdiri dari tujuh unit. Satu unit terdiri dari salah satu warna hitam atau putih. Sebuah unit yang berwarna hitam ditunjukkan dengan sebuah bar, sedangkan yang berwarna putih ditunjukkan dengan sebuah space (spasi). Cara lain penulisan barcode adalah dengan bilang “1″ untuk menyatakan black bar dan bilangan “0″ untuk menyatakan white space. Misalnya, tujuh unit berikut ini adalah 0011001 dapat dinyatakan sebagai berikut space-space-bar-bar-space-space-bar.

    Sebuah barcode UPC bilangan di sisi bagian kiri barcode (kode perusahan/manufaktur) dikodekan berbeda dengan bilangan di sisi bagian kanan (kode produk). Bilangan yang berada sebelah kiri merupakan kebalikan dari bilangan yang ada di sebelah kanan, misalkan jika bar disebelah kanan berarti sebuah space di sebelah kiri. Pengkodean disebelah kanan dinamakan kode even parity sebab unit black bar-nya berjumlah genap. Sedangkan pengkodean disebelah kiri dinamakan kode odd parity sebab unit black bar-nya berjumlah ganjil. Bilangan-bilangan yang dikodekan mempunyai perbedaan untuk tiap-tiap sisi barcode, sehingga barcode dapat dibaca (scanned) dari sebelah kiri maupun dari sebelah kanan.

 

 

 

 

 

 

 

Tabel berikut ini adalah pengkodean sisi kiri dan sisi kanan yang dipisahkan ke dalam tujuh unit.


Penjelasan tabel pengkodean di atas adalah sebagai berikut :

  1. Seperti yang sebelumnya disebutkan bahwa bilangan-bilangan sebelah kiri merupakan kebalikan dari bilangan-bilangan disebelah kanan.
  2. Setiap barcode memiliki empat buah “mark” (marka) yang berbeda. Sebuah marka dapat terdiri dari salah satu black (bar) atau white (space). Marka-marka tersebut lebarnya bermacam-macam, tetapi jumlahnya selalu empat. Contohnya, bilangan pengkodean yang berada di sebelah kiri pada bagian angka “0″ yaitu 0001101 berarti terdiri dari 3 space (marka 1), 2 bar (marka 2), 1 space (marka 3), dan 1 bar (marka 4).
  3. Pengkodean di sisi kiri selalu dimulai dengan sebuah space atau “0″ dan berakhir dengan sebuah bar atau “1″. Sedangkan untuk sisi sebelah kanan selalu dimulai dengan sebuah bar atau “1″ dan berakhir dengan sebuah space atau “0″.

 

Untuk lebih jelasnya, lihat tabel spesifikasi barcode jenis UPC berikut ini :


 

 

 

 

 

 

 


 

Keterangan gambar barcode : Komputer tidak membaca bilangan yang berada di bagian bawah barcode, tetapi bilangan tersebut dicetak agar orang dapat membaca barcode dengan mudah bila diperlukan.

  • Number System Character : angka ini merupakan sebuah sistem bilangan barcode UPC yang mengkarakteristikan jenis-jenis khusus pada barcode. Di dalam barcode UPC, Number System Character ini biasanya terletak disebelah kiri barcode.

    Kode-kode pada Number System Character adalah sebagai berikut :

  • 0 – Standard UPC number.
  • 1 – Reserved.
  • 2 – Random weight items like fruits, vegetables, and meats, etc.
  • 3 – Pharmaceuticals
  • 4 – In-store code for retailers.
  • 5 – Coupons
  • 6 – Standard UPC number.
  • 7 – Standard UPC number.
  • 8 – Reserved.
  • 9 – Reserved.

 

  • 3 Guard Bars : ada tiga guard bars yang ditempatkan di awal, tengah dan akhir pada barcode. Guard bars bagian awal dan akhir di-encode-kan sebagai “bar-space-bar” atau “101″. Guard bar bagian tengah di-encode-kan sebagai “space-bar-space-bar-space” atau “01010″.
  • Manufacturer Code : kode perusahaan ini ada lima digit bilangan yang secara khusus menentukan manufaktur suatu produk. Kode perusahaan/manufaktur ini dilindungi dan ditetapkan oleh Uniform Code Council(UCC).
  • Product Code : kode produk ini ada lima digit bilangan yang ditetapkan oleh perusahaan/manufaktur untuk setiap produk yang dihasilkannya. Untuk setiap produk yang berbeda dan setiap ukuran yang berbeda, akan memiliki kode produk yang unik.
  • Check digit : disebut sebagai digit “self-check“. Check digit ini terletak di bagian luar sebelah kanan barcode. Check digit ini merupakan suatu ” old-programmer’s trick” untuk mengvalidasikan digit-digit lainnya (number system character, manufacturer code, product code) yang dibaca secara teliti.

Kode Rahasia Ponsel

KODE AKSES NOKIA

*3370# LCD test

*#30# Menampilkan ‘private number’ yg menghubungi Anda

*#73# Mereset timer ponsel dan skor game (pd bbrp ponsel)

*#7780# Mengembalikan ke setting pabrik (factory setting)

*#2820# Alamat IP perangkat Bluetooth (hanya utk yg memiliki fitur Bluetooth)

xx# Akses cepat ke nama/nomor telepon di phonebook ponsel misal 20#

Tombol OFF Menekan dg singkat, utk berpindah antar profile

*3370# Mengaktifkan ENHANCED FULL RATE Codec (EFR). Ponsel Nokia Anda akan

memakai kualitas suara terbaik, namun fitur ini memerlukan energi lebih shg

sedikit menguras daya baterai. Catatan: kode ini tidak berlaku di ponsel2 Symbian.

#3370# Menonaktifkan Enhanced Full Rate Codec (EFR)

*#4720# Mengaktifkan Hall Rate Codec. Ponsel Nokia Anda akan menggunakan

kualitas suara lebih rendah shg bisa menghemat energi baterai sekitar 30%

#4720# Menonaktifkan Half Rate Codec

*#0000# Menampilkan versi software ponsel. Baris pertama menunjukkan versi software, baris kedua menunjukkan tgl pembuatan software, baris ketiga tipe kompresi yg digunakan.

*#9999# Kode alternatif jika *#0000# tidak bekerja

*#06# Melihat nomor international Mobile Equipment Identity (nomor IMEI)

*#21# Mengecek nomor panggilan “All Calls” yg digunakan

*#2640# Menampilkan kode keamanan ponsel yg digunakan (bila masih menggunakan standard kode tidak akan terlihat)

*#43# Mengecek status “Call Waiting”

*#61# Untuk mengecek nomor pemanggil yg dialihkan ketika tak Anda jawab (Jika Anda mengaktifkan Call Divert/pengalihan panggilan)

*#62# Mengecek nomor pemanggil yg dialihkan ketika ponsel Anda di luar jangkauan (jika Anda mengaktifkan Call Divert/pengalihan panggilan)

*#67# Mengecek nomor pemanggil yg dialihkan ketika ponsel Anda sedang sibuk(Jika Anda mengaktifkan call Divert/pengalihan panggilan)

*#7370# hard reset (hp symbian)

**21*number# Menghidupkan pengalihan “All Calls” pada nomor yg diisi

**61*number# Menghidupkan pengalihan “No Reply” pada nomor yg diisi

**67*number# Menghidupkan pengalihan “On Busy” pada nomor yg diisi

*#67705646# Mengganti Logo Operator Logo pada Nokia 3310 dan 3330

*#746025625# Menampilkan status SIM Clock. Jika ponsel Anda mendukung fitur penghemat energi akan keluar tulisan “Sim Clock Stop Allowed”, artinya Anda mendapatkan waktu standby yg lebih panjang.

*#7760# Menampilkan kode pabrikan (utk sebagian besar ponsel tipe lama)

*#92702689# Memunculkan: 1.Serial Number (nomor serial), 2.Date Made (tgl

pembuatan), 3.Purchase Date (tgl pembelian), 4. Date of last repair (tgl

terakhir perbaikan / 0000 utk yg belum pernah diperbaiki). 5. Transfer User

Data. Di bbrp ponsel, untuk keluar dari mode ini Anda harus merestart ponsel.

*#7370925538# (valet code reset) 6230

*#746025625# [*#sim0clock#]

*#92702689# [*#war0anty#]

nokia tipe 2600, 2660, 2310

*#5512# untuk membuat layar jd miring kesamping

*#5513# untuk membuat layar terbalik

*#5514# coba sendiri

*#5515# coba sendiri

*#5511# netralin

Tampilan Windows 7 ku..

Aku Baru saja install Windows 7 di komputerq tampilannya sebagai berikut :

bagus juga silahkan dicoba.. he3x

 

 

A.    Konfigurasi-konfigurasi mendasar squid antara lain :

 

  1. http_port nomor port.

    Ini akan menunjukkan nomor port yang akan dipakai untuk menjalankan squid. Nomor port ini akan dipakai untuk berhubungan dengan klien dan peer.

     

  2. icp_port nomor port.

    Ini akan menunjukkan nomor port yang akan dipakai untuk menjalankan squid. Nomor port ini akan dipakai untuk berhubungan dengan klien dan peer.

     

  3. cache_peer nama_peer tipe_peer nomor_port_http nomor_port_icp option.

    Sintask dari cache peer ini digunakan untuk berhubungan dengan peer lain, dan peer lain yang dikoneksikan ini tipenya bergantung dari tipe peer yang telah dideklarasikan ini, bias bertipe sibling maupun bertipe parent,dan port yang digunakan untuk hubungan ICP maupun HTTP juga dideklarasikan disini, sedangakan untuk parameter option disini ada bermacam-macam salah satunya adalah default yang berarti dia adalah satu-satunya parent yang harus dihubungi (jika bertipe parent) dan proxy-only yang berarti bahwa object yang dipata dari peer tersebut tidak perlu disimpan dalam hardisk local.

     

  4. Dead_peer_timeout jumlah_detik seconds.

    Masing-masing peer yang telah didefinisikan sebelumnya mempunyai waktu timeout sebesar yang ditentukan dalam konfigurasi ini, Jika peer tidak menjawab kiriman sinyal ICP dalam batas waktu yang telah ditentukan, peer akan dianggap tidak akan dapat dijangkau, dan cache server tidak akan mengambil object dari server yang bersangkutan dalam interval waktu tertentu.

     

  5. Hierarcy_stoplist pola1 pola2

    Sintaks ini digunakan untuk menyatakan apa yang harus tidak diminta dari peer, melainkan harus langsung dari web server origin, jika pola1 dan pola 2 adalah parameter cgi-bin, ?, dan lain-lain maka jika ada request URL yang mengandung karakter tersebut maka akan diambilkan langsung ke server origin.

     

  6. Cache_mem jumlah_memori (dalam bytes)

    Sintaks ini akan menentukan batas atas jumlah memori yang digunakan untuk menyimpan antara lain : intransit object yaitu object yang dalam masa transisi antara waktu cache mendownload sampai object disampaikan ke klien, dan hot object, yaitu object yang sering diakses.

     

  7. Cache_swap_low/high jumlah (dalam persen)

    Squid akan menghapus object yang ada didalam hardisknya jika media tersebut mulai penuh. Ukuran penuh ini yang diset pada cache_swap_low dan cache_swap_high. Bila batas swap_low telah tercapai maka squid mulai menghapus dan jika batas swap_high tercapai maka squid akan semakin sering menghapus.

     

  8. Cache_dir jenis_file_sistem direktori kapasitas_cache dir_1 jumlah dir_2

    Sintaks ini akan menjelaskan direktori cache yang dipakai, pertama adalah jenis file sistemnya, lalu didirektori mana cache tersebut akan disimpan, selanjutnya ukuran cache tersebut dalam MegaBytes lalu jumlah direktori level 1 dan direktori level 2 yang akan digunakan squid untuk menyimpan objectnya.

     

    9. Loging

  • Sangat diperlukan untuk menganalisa dan memonitor kejadian pada squid
  • cache_access_log : melihat URL akses ke proxy
    • cache_access_log /var/log/squid/access.log
  • cache_log : melihat kejadian pada squid tergantung dari nilai debug_options
    • cache_log /var/log/squid/cache.log
  • Harus dipastikan bahwa file tersebut adalah writable oleh squid

 

 

 

B.    ACL (Access Control List)

 

Selanjutnya konfigurasi-konfigurasi lanjutan squid, selain sebagai cache server, squid yang memang bertindak sebagai “parent” untuk meminta object dari kliennya dapat juga dikonfigurasi untuk pengaturan hak akses lebih lanjut, untuk pertama kali yang dibicarakan adalah ACL (access control list), ACL sendiri terdiri dari beberapa tipe antara lain :

  • Src

    IP Address asal yang digunakan klien

  • Dst

    IP Address tujuan yang diminta klien

  • Myip

    IP Address local dimana klien terhubung

  • Srcdomain

    Nama domain asal klien

  • dstdomain

    Nama domain tujuan klien

  • Srcdom_regex

    Pencarian pola secara string dari nama domain asal klien

  • Dstdom_regex

    Pencarian pola secara string dari nama domain tujuan klien

  • Time

    Waktu dinyatakan dalam hari dan jam

  • Proto

    Protokol transfer (http, ftp, gopher)

  • Method

    Metode permintaan http (get, post, connect)

     

    Berikutnya adalah control list yang akan digunakan untuk mengatur control dari ACL, control list tersebut antara lain :

  • http_access

    memperbolehkan acess http

  • icp_access

    memperbolehkan peer untuk mengirimkan icp untuk menquery object

  • miss_access

    memperbolehkan klien meminta object yang belum ada (miss) didalam cache

  • no_cache

    object yang diminta klien tidak perlu disimpan ke hardisk

  • always_direct

    permintaan yang ditangani langsung ke server origin

  • never direct

    permintaan yang ditangani secara tidak langsung ke server origin.

     

Sehingga sintaks dasar ACL adalah sebagai berikut :

 

  • ACL : access control list
    • Format umum :
      • acl aclname acltype string1 …
      • acl aclname acltype “file” …
    • Acl bisa menggunakan string yang ada pada file konfigurasi dan juga bisa menggunakan file eksternal
    • Aclname adalah nama yang diberikan untuk acl tersebut
    • Squid akan membatasi akses berdasarkan nama aclnya

    TIPE ACL

 

TIPE ACL 

ARGUMEN 

KETERANGAN 

src 

alm_ip/netmask …

Asal alamat IP klien

alm_ip1-alm_ip2 

Rentang alamat IP 

dst 

alm_ip/netmask … 

Tujuan alamat IP URL 

myip 

alm_ip/netmask … 

Socket alamat IP local 

srcdomain 

nama_domain … 

Asal domain klien 

dstdomain 

nama_domain … 

Tujuan domain URL 

scrdom_regex 

[-i] xxx … 

Pernyataan untuk asal klien 

dstdom_regex 

[-i] xxx … 

Pernyataan untuk tujuan server 

time 

[hari] [h1:m1-h2:m2]

Singkatan nama hari:

S-Sunday, M-Monday, T-Tuesday,

W-Wednesday, H-Thursday, F-Friday

A-Saturday 

url_regex 

[-i] ^http:// … 

Pernyataan nama URL lengkap 

urlpath_regex 

[-i] \.gif$ … 

Pernyataan path padaURL 

port 

port …

Nomor port

port1-port2 

Rentang nomor port 

myport 

port … 

Port socket TCP local 

proto 

protocol … 

Nama protokol yang dikendalikan (HTTP, FTP, dll) 

method 

metode … 

Nama metode yang dikendalikan (GET, POST, dll) 

browser 

[-i] regexp 

Pernyataan untuk pola pencocokan pada header permintaan

ident 

username … 

Daftar username 

ident_regex 

[-i] pola 

Pernyataan untuk username 

src_as 

Angka … 

Angka system autonomi asal klien 

dst_as 

angka … 

Angka system autonomi tujuan server 

proxy_auth 

username … 

Autentikasi username melalui proses eksternal

proxy_auth_regex 

[-i] pattern … 

Autentikasi username melalui proses eksternal 

Snmp_community 

string …. 

Nama komunitas untuk membatasi agen SNMP 

maxconn  

jumlah  

Jumlah maksimum koneksi HTTP untuk satu alamat IP 

req_mime_type 

tipe_mime1 …

Pernyataan berdasarkan tipe MIME yang diminta klien 

 

 

    Sebagai contoh diberikan sintaks konfigurasi ACL seperti dibawah ini :

#bagian ACL

ACL    localnet src 192.168.100.0/24

ACL    localkomp 127.0.0.1/255.255.255.255

ACL    isp dst 202.59.206.65/30

ACL    allsrc src 0.0.0.0/0.0.0.0

ACL    alldst dst 0.0.0.0/0

ACL    other src 10.10.11.11/32

ACL    domainku srcdomain .jatara.net

#bagian control list

http_access deny other

http_access allow localnet

http_access allow lokalkomp

http_access allow domainku

http_access deny allsrc

always_direct allow isp

always_direct deny alldst

 

Pada konsep sintaks konfigurasi squid adalah bahwa sesuatu yang telah dieksekusi pada baris yang lebih atas maka dia tidak dieksekusi lagi dibaris yang paling bawah, walaupun dalam parameter ACL yang dibawah tersebut dia juga termasuk, untuk lebih jelasnya, jika ada IP Address 192.168.100.0/24 maka IP Address yang berkisar dari 192.168.100.1 – 192.168.100.254 (ACL localnet) telah diijinkan untuk mengakses http yang ditunjukkan oleh http_access allow localnet, dan dibawahnya ada ACL allsrc yang itu adalah mencakup semua daftar IP Address dan ACL itu tidak diperbolehkan mengakses http, yaitu http_access_deny allsrc, tapi karena pada ACL localnet dia telah dieksekusi untuk sebagai IP Address yang boleh mengakses, maka walaupun dibaris bwahnya di dieksekusi lagi, itu tidak akan berpengaruh,hal-hal seperti itu digunakan untuk seorang administrator cache server untuk melakukan pengontrolan agar tidak akan terlalu detail melakukan pengaturan jika baris atas dan bawah sama-sama saling mempengaruhi.

 

 

 

C. Object Cache

 

Pengaturan object sebuah cache server merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan disini. Telah diketahui sebelumnya bahwa object disimpan pada dua level cache_dir yang besar levelnya didefinisikan pada konfigurasi utama squid. Object itu sendiri berisikan content URL yang diminta klien dan disimpan dalam bentuk file binary, masing-masing object mempunyai metadata yang sebagian dari isinya disimpan didalam memori untuk memudahkan melacak dimana letak object dan apa isi dari object tersebut. Banyak sifat-sifat yang perlu diamati untuk optimasi squid ini, antara lain :

 

Umur object

Umur obect merupakan sebuah ukuran waktu yang dihabiskan sebuah object untuk tinggal didalam hardisk cache. Umur object dibatasi oleh beberapa factor, yaitu :

 

metode penghapusan object

object dihapus bisa melalui beberap algoritma penghapusan :

  • Logistic Regression :

    yaitu menghapus object dengan kemungkinan logistic regression terkecil. Kemungkinan logistic regression bisa diartikan sebagai besarnya kemungkinan object tersebut akan diakses diwaktu yang akan dating.

     

  • Least Recently Used :

    yaitu metode penghapusan object berdasarkan waktu kapan object tersebut terakhir diakses. Semakin lama (besar) waktunya, kemungkin dihapus juga akan semakin besar.

     

     

  • Least Frequently Used :

        Metode penghapusan object yang paling jarang diakses.

     

  • First In First Out :

    Penghapusan yang merunut metode berdasarkan waktu masuk ke dalam cache_dir, yaitu object yang paling awal masuk, berarti itu adalah object yang akan dihapus terlebih dahulu.

     

  • Random :

        Menghapus object secara random.

     

    Kapasitas hardisk cache

        Semakin besar kapasitas cache, berarti semakin lama umur object tersebut bisa disimpan, jika pemakaian hardisk sudah mendekati batas atas (cache_swap_high) penghapusan akan semakin sering dilakukan.

     

D. Memori

 

Memori dipakai squid dalam banyak hal. Salah satu contoh pemakaiannya adalah untuk disimpannya object yang popular, lazimnya disebut hot object. Jumlah hot object yang disimpan dalam memori bisa diatur dengan option cache_mem pada squid.conf

 

Sebenarnya yang paling memakan memori adalah metadata object, karena kebanyakan object sendiri sebenarnya disimpan dalam direktori cache_dir hardsik local. Semakin banyak kapasitas cache_dir, semakin banyak pula metadata dan semakin membebani pemakaian memori. Pada kebanyakan kasus untuk setiap 1.000.000 jumlah object, rata-rata dibutuhkan sebesar 72 MB memori untuk keseluruhan object dan 1,25 MB untuk metadata. Jumlah object ini bisa didapatkan dari besar cache_dir dibagi dengan jumlah rata-rata kapasitas object, biasanya setiap object bernilai 13 KB.

 

Mengingat pentingnya ketersediaan memori, penting untuk melihat sebagus apa aplikasi pengalokasian memori yang ada pada sistem operasi yang sedang bekerja. Secara default pada sistem operasi sudah tersedia rutin program untuk alokasi memori atau malloc (memory allocation). Namun pada beban yang sangat besar dan tanpa diimbangi penambahan memori yang memadai, malloc akan mencapai batas atas performansi dan kemudian mencapai status ketidakstabilan, dan squid akan menuliskan banyak pesan error pada log, misalnya seperti : “xmalloc : Unable to allocate 4096 bytes!”.

 

Jika ini terjadi, langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan penambahan memori, dan langkah kedua jika ingin lebih stabil adalah menginstall library untuk rutin program malloc yang lebih baru.

 

E. Management Bandwidth

Opsi-Opsi yang digunakan adalah

  • menentukan jumlah aturan yang dipakai
  • delay_pool pool
  • Menentukan kelas masing-masing pool
  • delay_class pool kelas
  • Menentukan parameter masing-masing pool sesuai kelas yang digunakan
  • delay_parameters pool parameter    
  • Menentukan hak akses penggunaan bandwidth
  • delay_access pool allow | deny [!]nama_acl

 

 

 

 


 

Tulisan Sebelumnya »